Satu Lagu Sempurna Atau Banyak Lagu Bercacat?

Idealnya, belajar piano itu.. lagu yang satu beres, beralih ke lagu berikutnya. Jika suka, lagu yang lama boleh terus dimainkan sendiri oleh murid sehingga dia hafal dan bisa memainkannya kapan saja sebagai lagu performance. Murid tidak diberi lagu baru jika lagu yang lama belum bisa dimainkan dengan baik.

Nah, masalahnya.. bagaimana jika murid tidak kunjung bisa menyelesaikan satu lagu. Sampai lebih dari 1 bulan pertemuan (yang berarti empat kali pertemuan), lagu yang sama tidak juga berhasil dibawakan dengan baik. Baca notasi tidak lancar, ketukan kacau apalagi dinamika dan pembawaan lagu.. =.=”

Haruskah bertahan di lagu itu dan memaksanya hingga bisa menguasai satu lagu tersebut?

Bertahan di satu lagu berisiko membuat murid bosan dan merasa tidak ada progres. Kalau ingin ada progres ya latihan dong, berusaha. Nah itu masalahnya, gimana bikin anak ini mau latihan. Bagaimana pun, keputusan untuk terus belajar atau tidak, ada di tangan murid. Seharusnya sih kita memotivasi dia untuk terus semangat belajar, bukan malah membuatnya merasa percuma belajar piano dan akhirnya keluar.

Seringkali, malah gurunya yang frustrasi dan berharap si murid cepat-cepat angkat kaki aja, hehe.. Lain lagi ceritanya kalau gitu.

Menurut saya nih, cara yang paling tepat sejauh ini adalah meneruskan pelajaran dulu dengan memberi lagu baru, trus nanti setelah batas tertentu, diulang lagi lagunya dari awal, huehuehue… Untuk lagu barunya, sebisa mungkin lagunya yang menarik, yang bikin murid pingin banget tampil bak Maxim Mrvitcha gitu. Ga perlu susah, tapi yang keren. Contohnya.. Arabesque-nya Burgmuller atau kasihlah lagu-lagu kesukaannya dia.

Saya pernah menemukan murid yang kelihatan berbinar banget kalau dikasih lagu rohani. Yah namanya juga les piano klasik, masak mau dikasih lagu rohani terus; tapi apa boleh buat, akhirnya saya sisipkan satu lagu rohani di antara materi lagu klasik. Biasanya sih pakai jual omongan juga.. ‘teknik di lagu ini perlu buat main gaya ini di lagu rohani itu, jadi harus bisa lagu ini yak’ >> semacam itulah, hihihihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s